Diaryanakampung.com. - SMK Negeri 1 Cidaun Menyimpan Sejuta Kenangan – Masa di mana gue masih mengenakan seragam abu-abu yang bau matahari. Masa yang tak pernah bisa dengan mudah gue lupa, tempat gue bersua dengan para sahabat yang sekarang sudah menjalani hidupnya sendiri-sendiri. Masa di mana gue mulai mengenal cinta, yang ga kunjung gue ungkapkan hahahahah.
Dan satu hal yang selalu lekat di dalam lingkar kepala gue, gedung sekolah dengan segala sudutnya menyimpan ragam cerita, andai saja gue bisa sekali lagi kembali masa itu. Hal yang mustahil ya hahah. Yang ada hanyalah kerinduan, hati ini sudah benar-benar rindu.
Halo, gedung sekolahku, Apa kabarmu?
Masihkah kamu berdiri gagah, menyambut hujan dan terik matahari dengan tak peduli? Atau justru cat biru tuamu luntur terkelupas, perlahan-lahan, namun pasti?
Gue ingat ketika pertama kali memandangimu dari jauh, ketika itu gue masih berseragam abu abu. Tak pernah terlintas di lingkar kepala gue bahwa gue akan melanjutkan pendidikan di tempatmu. Di tempatmulah gue menemukan ragam sahabat dan cerita yang tak pernah terlupa dan pasti akan kuceritakan ke anak-cucu.
![]() |
| @2007. TarunaTaruni SMKN 1 Cidaun '07 |
Rasanya baru kemarin semua itu terjadi, gue juga tidak pernah lupa betapa lapangan nan luas di depan ruangan kelas gue memjadi saksi bisu dimana gue selalu diberikan pendidikan, pelajaran moral maupun mental. Atau ketika kami harus mandi keringat karena sengatan sinar matahari saat latihan baris berbaris sehingga membuat kulit kami makin legam kehitam hitaman wkwkwkwk.
Mari sejenak menjelajah rongga dalammu, ke ruang kelas kesayangan gue. Apakah kursi dan mejanya masih menyimpan bekas perjuangan masa remajaku? Hai ruang kelasku, bagaimana rupa dirimu saat ini? Masih adakah meja kayu dengan ukiran namaku di ruang kelas yang dulu ku tempati? Saksi diam aksiku bersama kawan-kawan saat bertukar jawaban di ulangan matematika. Heheh nyontek guys.
Satu lagi tempat yang selalu membuat gue ingin kembali bertandang ke tempat kantin sekolah. Tempat paling nyaman sekedar bertukar cerita bersama kawan sambil melahap satu dua bakwan “bala bala”. Masih seenak dulu ‘kah masakan sang ibu penjaga kantin? Memang, masakannya tak pelit bumbu. Harganya pun cukup bersahabat untuk uang jajanku yang masih hitungan ribu.
Betapa gue masih ingat dulu ketika semua siswa siswi SMK– termasuk gue berpelukan erat sembari tak henti-hentinya mengucapkan doa menjelang UAS dan UN tiba. Betapa inginnya kami lulus, dan segera meninggalkan gedung tua ini dengan segera.
Baca Juga ==>> Sekolah Ku SMK Negeri 1 Cidaun
Kau pula yang menjadi saksi dari kami yang jatuh cinta untuk kali pertama, memendamnya berbulan-bulan dan hingga tak pernah ku ungkapkan hingga saat ini.
Selain kisah cintaku yang hanya kunikmati dalam diam, kamu juga menjadi saksi cerita cinta lain yang terjalin antar siswa. Kebahagiaan sekaligus kebanggaan mereka ketika menggandeng pacar baru.
Dan masih setiakan para pengajarku di sana, Masihkah mereka dipenuhi dengan semangat ketika menyampaikan ilmu di depan ruang kelas? , betapa aku rindu dengan suara mereka, dengan lelucon jenaka yang sering mereka lontarkan demi mengatasi rasa jenuh para siswa siswi. Gue juga selalu ingat akan kesabaran mereka, kesabaran yang tidak pernah lelah mereka pelihara demi keberhasilan siswanya.
Gue juga tak pernah lupa betapa mereka benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa dan sangat berdedikasi. Tak pernah alpa atau mengeluh saat harus mengajar di jam ke nol maupun di kelas pagi. Memang mereka benar-benar pahlawan negeri ini.
Masih lengkapkah pengajarku yang dahulu? Dari mulai guru yang kukagumi dan kusayangi Heheheh. Betapa rindunya diri ini untuk ingin kembali duduk di bangku kelas sambil sekali lagi mendengarkan suara mereka.
Apa kabar mereka sekarang? Bertambahkah guratan menua di wajah mereka? Masih sehatkah mereka hingga saat ini ? “sehat selalu dan Panjang Umur wahai Guru-guru ku”
Yang sudah terjadi, dan terlewati tidak lah mungkin untuk kita ulang kembali, yang tersisa hanyalah kenangan yang menghiasi memori ini. Gue bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar SMK N 1 Cidaun, yang tentunya telah memberikan banyak pelajaran kepada gue, terimakasih semuanya, maafkan atas segala kekonyolan, ke jahilan, kenakalan kami selama ini.
Hepta Pencis
"7 Taruna Pencari Cinta sejati"
Jevisa guntur gunawan
BACA JUGA :


0 Response to "SMK Negeri 1 Cidaun Menyimpan Sejuta Kenangan"
Post a Comment
KOMENTAR ANDA ADALAH TANGGAPAN PRIBADI, KAMI BERHAK MENGHAPUS KOMENTAR YANG BERSIPAT KATA KATA PELECEHAN, INTIMIDASI, DAN SARA. TERIMAKASIH